11 Sept 2016

Mirna bukan mati karena sianida







        Kisah jesika cukup menarik diulas lebih dalam,benarkah Jesika yang membunuh Mirna,ini pertanyaan yang sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat Indonesia,bagai sinetron streaming yang tiap kali tayang selalu ribuan mata masyarakat menyaksikan persidangan kasus ini.Disini saya menulis dan merangkai kisah kematian Mirna dalam posisi netral tidak memihak siapapun.Kisah ini dimulai saat jesika yang sedang liburan di Indonesia,kebetulan Jesika sudah berubah kewarganegaraan menjadi warga Negara Australia.Saat liburan disini Jesika teringat teman lamanya yaitu Mirna dan Hani.
                          Jesika mentraktir mereka berdua untuk ngobrol sambil minum di kafe Olivier.Jesika terlebih dahulu datang dan memesan 1 es kopi Vietnam dan 2 minuman cocktail.Kebetulan Mirna ingin minum es kopi Vietnam.Es kopi Vietnam sendiri bukan kopi yang berasal dari Vietnam,kopinya tetap kopi Indonesia namun disajikan dengan cara orang Vietnam menyajikan kopi,karena diberi es nama dijuluki sebagai es kopi Vietnam.Setelah minum kopi tersebut Mirna langsung kejang-kejang dan jatuh kolaps.Oleh pegawai Olivier Mirna dibawa ke klinik terdekat.Namun sewaktu sampai di klinik tersebut Mirna sudah dalam keadaan meninggal atau istilah medisnya disebut sebagai DOA(death on arrival).
                     Beberapa hari kemudian kasus ini diselidiki oleh pihak kepolisian.Dan beberapa hari setelah penyelidakan itu Mirna dinyatakan secara resmi oleh polisi bahwa Mirna keracunan sianida.Sampailah kita pada persidangan.Persidangan kasus Jesika ini dimulai dengan mendatangkan saksi-saksi yaitu pegawai kafe Olivier.Satu persatu pegawai Olivier menjelaskan kronologi kejadian dari awal mula Jesika datang.Dari cerita para saksi pegawai Olivier bisa saya simpulkan kisahnya sebagai berikut.
                    Jesika waktu itu datang sendirian ke kafe Olivier,disana dia memesan 1 es kopi Vietnam dan 2 minuman cocktail.Waktu itu Jesika sempat minta difoto oleh pegawai kafe Olivier,dan melihat-melihat tempat duduk.Kemudian dia membayar bill melunasi semua tagihan sebelum kopi tersebut dibuatkan,lalu dia pamit untuk beli oleh-oleh sebelum temannya yaitu Hany dan Mirna datang.Dari sudut penuntut umum,datangnya jesika yang sendirian ini cukup mencurigakan,karena sewaktu dia datang dia seolah-olah melihat lihat CCTV yang ada di kafe tersebut,dan Jesika dianggap secara sengaja memilih tempat duduk yang jauh dari jangkauan cctv.
                     Setelah Jesika kembali dari membeli oleh-oleh,dia membawa 3 pappebag,dan papperbag itu ditaruh diatas meja tempat dia duduk,menurut sudut pandang penuntut umum,Jesika dengan sengaja menaruh 3 papperbeg diatas meja dengan tujuan agar menghalangi pandangan CCTV sewaktu dia memasukkan sesuatu di dalam gelas,namun menurut sudut pandang pengacara Jesika,Jesika datang langsung menaruh papper beg itu tanpa mengatur susunan papper begnya,Jadi  menurut otto hasibuan Jesika hanya menaruh papper beg itu tanpa mengatur susunan papper beg.
              Dari semua saksi pegawai kafe Olivier ditanya oleh pengacara Jesika yaitu otto hasibuan,bahwa apakah mereka melihat Jesika memasukkan sesuatu ke dalam gelas es kopi Vietnam,mereka semua menjawab tidak melihat itu.Menurut devi salah satu pegawai kafe Olivier mengatakan bahwa Jesika yang dengan sengaja membayar bill tagihan kopi itu juga agak ganjil,selama ini customer Olivier tidak perna melunasi bill sebelum mereka menghabiskan minumannya.
                   Satu persatu secara rinci pegawai kafe Olivier disuruh menjelaskan kronologi penyajian kopi,mulai urut dari pertama hingga kopi disajikan kepada tamu,ada teko berisi air panas,ada kopi dalam gelas ,ada juga es batu,semua secara urut disuruh menjelaskan baik yang mengantarkan kopi,maupun yang menyajikan kopi atau barista satu persatu ditanya,sewaktu menyajikan,memang kopi udah ada dimeja dengan sedotan yang masih tertutup oleh tissue penutup sedotan.Menurut pegawai kopi Olivier,sedotan dan gelas yang ada di meja berubah letak posisinya.
            Pegawai Olivier menjelaskan bahwa kopi sebelum teman jesika datang warnanya masih seperti kopi biasa,namun setelah kedua teman Jesika datang menurut para saksi melihat kopi telah berubah warna menjadi seperti jamu kunyit.Menurut kesaksian Hani waktu setelah jesika minum dia juga sempat mencicipi kopi tersebut rasanya memang tidak enak,pegawai Olivier ada yang mencici setetes kepala nya langsung pusing,di lidah seperti panas dan tidak layak untuk diminum.Barang bukti berupa air panas dari teko hilang dan sedotan yang dipakai untuk minum oleh mirna juga hilang dan ini sangat disesalkan oleh hakim.
           Saksi dari pihak penuntut umum selanjutnya yaitu saksi ahli,saksi ahli ini semua berasal dari pihak kepolisian.Para saksi ahli hanya mengambil sampel cairan lambung dan kopi yang disajikan.Dari pemeriksaan saksi ahli JPU atau jaksa penuntut umum,mereka dengan sangat yakin bahwa kematian Mirna disebabkan oleh keracunan sianida,dia berpegang pada hasil positif sianida di lambung dengan kadar 0,2,pemeriksaan di hati empedu dan urine tidak ditemukan sianida,dan darah Mirna tidak dilakukan pemeriksaan sianida.
             Sewaktu ditanya kenapa di hati negatif karena sianida bisa menguap,jadi hasilnya bisa negatif,dan waktu pemeriksaan dilakukan setelah 4 hari kematianMirna,jadi bisa terjadi penguapan sianida dan menghilang dari tubuh mirna,itu keterangan saksi ahli dari pihak JPU.Selain itu ditemukan korosi pada dinding lambung mirna,yang bisa disebabkan oleh 2 zat korosif,yaitu kalo tidak basa kuat ya asam kuat,contohnya basa kuat salah satunya adalah sianida ini.Yang bisa menaikkan pH lambung sehingga lambung jadi korosi.
                 Kemudian dilanjutkan oleh saksi ahli IT,pihak pengacara otto hasibuan berkeberatan karena yang dipakai oleh ahli IT menerangkan bukan dari barang bukti asli,hanya dari pemindahan barang bukti asli kemudian dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk membesarkan gambar.Dari gambar itu terlihat jelas bahwa Jesika menggaruk-garuk kakinya,oleh pihak JPU disimpulkan itu karena ada zat sianida yang mengenai celana Jesika,dan Jesika juga memerintahkan pembantunya untuk membuang celana itu.Menurut pembelaan oto hasibuan celana itu benar dibuang karena sewaktu kejadian menolong Mirna celana itu sobek.Sayangnya pembantu Jesika yang disuruh datang sebagai saksi tidak hadir dipersidangan.
                      Dari CCTV terlihat bahwa Jesika menggerak-gerakkan gelas,jadi terbukti bahwa Jesika memang yang memindahkan gelas,jesika menjawab supaya lebih dekat posisinya pada tempat duduk mirna dan hany,namun tidak terlihat secara jelas dan pasti Jesika memasukkan sesuatu dalam gelas tersebut.Dua poin penting dari kesaksian ahli IT jesika memindahkan gelas dan Jesika menggaruk-garuk kakinya.Dan Jesika terlihat tidak berbuat apa apa sewaktu Mirna kolaps namun terakhir terlihat Jesika berusaha menolong mengangkat Mirna.
               Saksi ahli dari pihak JPU menyatakan jika Jesika meilihat kepribadian depresi,jika dia tidak ada orang tempat dia mencurahkan isi hatinya dia cenderung bunuh diri atau mencelakakan orang lain.Dikatakan bahwa Jesika adalah pecinta sesame jenis namun tidak dilakukan pemeriksaan secara rnci tentang ada atau tidaknya kelainan orientasi sex pada diri Jesika,sedangkan Jesika sendiri menurut keterangan pengacaranya memiliki pacar seorang bule di Australia.Keterangan bahwa Jesika minta cium mirna nanti jika bertemu ternyata diminta oleh otto hasibuan ada di BAP halaman berapa pihak JPU tidak bias menunjukkan,dan oleh hakim jika tidak ada di BAP maka keterangan itu dianggap tidak ada dan mengada-ada.
                 Selanjutnya yang bikin heboh dan mengejutkan karena ini bisa merubah pemikiran para hakim,saksi ahli dari pihak Jesika yaitu dokter surya djaya dan prof ong beng beng,secara jelas dan tegas mengatakan bahwa Mirna meninggal bukan karena keracunan Sianida,lalu dia ditanya oleh hakim mirna meninggal karena apa?saksi ahli menjawab tidak bisa ditentukan,kenapa tidak bisa ditentukan sebab kematian Mirna?karena tidak dilakukan otopsi secara menyeluruh.
   Otopsi menyeluruh itu antara lain yaitu
1.pemeriksaan luar(ada tanda-tanda kekerasan ditubuh mirna atau tdk?)
2.pemeriksaan dalam(otopsi)
3.pemeriksaan toksikologi(pemeriksaan racun)

Pihak saksi ahli dari JPU tidak bisa menyatakan sebab kematian seseorang hanya karena satu item pemeriksaan saja yaitu pemeriksaan toksikologi,seorang ahli forensik dalam menentukan sebab kematian seseorang harus melakukan 3 prosedur diatas,karena mati mendadak seperti kasus mirna ini bisa disebabkan oleh :
1.serangan jantung
2.epilepsi yang menyumbat saluran nafas
3.sumbatan saluran nafas oleh benda asing atau tersedak
       Ketiganya bias menyebabkan kematian seketika,jadi ahli harus memastikan jika Mirna tidak mati oleh sebab lain searngan jantung atau tersedak misalnya, caranya yaitu dilakukan pemeriksaan dalam dicari disaluran nafas atas ada benda asing yang menyumbat atau tidak?atau dilakukan pemeriksaan arteri coroner ada tanda infark jantung pada jantung atau ada thrombus di ateri koronernya atau tidak,jika semua negatif baru bisa beralih ke sebab racun,sampel harus diperiksa semua,yaitu lambung,hati,urine dan darah,di lambung ditemukan sianida namun kadarnya tidak signifikan yaitu 0,2 di hati dan empedu serta urine negatif dan darah tidak dilakukan pemeriksaan,tentu saja hasil pemeriksaan toksikologi seperti ini kurang valid dijadikan dasar untuk menentukan sebab kematian seseorang,jika saksi ahli jesika mampu meyakinkan majelis hakim tentang ini,Jesika bisa bebas demi hukum
    Jika dirunut kejadian diatas,apa salahnya jesika mentraktir temannya minum kopi dan dia yang membayar semuanya,jesika melihat kondisi kafe olivier karena baru pertama kali datang kesana,tidak ada bukti jika Jesika perna ke kafe Olivier sebelumnya,menaruh papperbeg diatas meja tidak membuktikan apapun,mau ditaruh dimana aja itu terserah dia yang punya tas ,kalo dianggap menutupi cctv tentu itu asumsi,jesika terlihat menggaruk-garuk kaki karena terkena sianida itu adalah asumsi tidak ada bukti fisik celana tersebut ,karena celannya juga sudah dibuang,reaksi panik seseorang bisa berwujud menggaruk-garuk tangan dan kaki,menggaruk itu tidak membuktikan apapun bahwa Jesika meracuni Mirna,tidak ada seorang pun yang melihat bahwa Mirna memasukkan sesuatu dalam gelas es kopi Vietnam,bahkan dalam CCTV tidak terlihat Jesika memasukkan sesuatu dalam es kopi Vietnam.


No comments: