13 May 2015

Carut marut sepak bola indonesia








Carut marut sepak bola indonesia

              Sekarang indonesia sedang menanti sanksi dari FIFA,organisasi sepak bola terbesar di dunia.Kenapa hal ini bisa terjadi?Kisruh ini bermula ketika BOPI mengeluarkan instruksi yaitu melarang 2 klub sepak bola indonesia untuk berlaga di kompetisi ISL 2015.BOPI mengeluarkan keputusan ini dikarenakan legalitas kedua klub ini masih bermasalah.Jadi tidak boleh berlaga di kompetisi ISL 2015.PSSI menolak rekomendasi dari BOPI tersebut karena jika PSSI melaksanakan rekomendasi dari BOPI ,PSSI merasa melanggar aturan statuta FIFA yang mengharuskan 18 klub yang berlaga dikasta tertinggi.PSSI memutuskan tidak melaksanakan rekomendasi BOPI tersebut alias mengabaikannya.
            Hal ini membuat menpora marah lalu karena mengganggap PSSI berani menentang negara,karena dalam hal ini BOPI mewakili pemerintah,namun PSSI tetap saja tidak bergeming dia tetap dengan pendapatnya yaitu tetap menggelar kompetisi dengan 18 klub.Puncaknya PSSI menggelar rapat untuk memilih ketua umum PSSI yang baru alhasil La Nyalla Mahmud Mataliti terpilih sebagai ketua umum PSSI yang baru.Hal ini makin membuat geram menpora Imam Nahrawi lalu menpora memutuskan untuk membekukan PSSI,dan hebatnya karena merasa tidak dibawah kemenpora PSSI merasa tidak takut sama sekali dengan pembekuan ini karena mereka merasa organisasinya langsung berada di bawa FIFA dan bukan dibawah kemenpora.
                 Niatnya ingin tetap ngotot melanjutkan kompetisi namun menpora mewakili negara melarang kompetisi dilakukan dengan memerintahkan polri untuk tidak mengeluarkan ijin pengamanan pertandingan dan memboikot seluruh stadion yang dimiliki oleh pemerintah.Akhirnya kompetisi berhenti total,PSSI akhirnya mengadu ke FIFA,PSSI memberitau FIFA jika pemerintah diwakili oleh menpora telah melakukan intervensi terhadap induk organisasi sepak bola yang diberada naungan FIFA,tentu saja hal ini membuat FIFA berang,FIFA langsung mengirimkan surat teguran pada menpora agara segera menyelesaikan masalah sepak bola sebelum tenggat waktu yang ditentukan yaitu tanggal 29 mei,jika lewat masa  tenggat exco FIFA akan bersidang dan segra menjatuhkan ancaman sanksi kepada Indonesia.Menpora sendiri menganggap surat teguran itu ditujukan untuk PSSI bukan untuk menpora,sedangkan PSSI menganggap sebaliknya.
                    Ancaman ini nampaknya bukan isapan jempol,selama ini FIFA sering mengancam tapi belum perna menjatuhkan sanksi kepada Indonesia karena kisruh sepak bola yang dulu bukan berkaitan dengan campur tangan pemerintah pada induk organisasi sepak bola dibawah FIFA jadi indonesia berkali-kali selamat dari ancaman FIFA,namun nampaknya kali ini indonesia tidak akan selamat dari sanksi FIFA karena permasalahan yang ada sekarang terkait dengan intervenasi pemerintah terhadap induk organisasi dibawah FIFA dan selama ini FIFA tidak menerima jika ada segala bentuk intervensi negara terdahap induk organisasi yang berada dibawahnya.Negara yang telah menjadi korban yaitu irak,brunei darusalam,dll.
             Dampak bila sanksi FIFA dijatuhkan yaitu Indonesia dilarang ikut semua kompetisi sepak bola yang dilakukan oleh FIFA maupun AFC dan AFF,indonesia dilarang ikut kualifikasi piala asia,piala dunia,piala AFF,klub indonesia juga dilarang berlaga di liga champion dan piala AFC,sungguh kerugian sangat besar bagi publik sepak bola indonesia.


Menpora sebenarnya tetap mengijinkan kompetisi berlanjut namun tidak dibawah PSSI ,tetapi PSSI menolaknya PSSI memutuskan untuk menghentikan kompetisi sampai batas waktu yang tidak ditentukan.Ini adalah bentuk protes yang ditunjukan PSSI kepada menpora.PSSI menunjukkan jika para klub tunduk dan patuh pada PSSI dan bukan pada menpora.
     Namun dampak dari pemberhentian kompetisi ini sangat merugikan klub itu sendiri karena pihak sponsor dalam hal ini bank QNB memutuskan untuk tidak memberikan dana sponsor karena kompetisi tidak berjalan,karena kompetisi berhenti klub juga tidak mendapatkan pemasukan dari penjualan tiket akhirnya klub tidak mampu membayar gaji pelatih dan pemain akibatnya semua pemain diputuskan kontraknya,dan banyak pemain sepak bola kita yang menganggur.Pemain asing banyak yang memutuskan pulang kampung atau membela klub diluar indonesia.Walopun menpora mengijinkan kompetisi tetap berjalan dan siap mencari operator liga yang lain para klub yang berada dibawah menpora menolak mentah-mentah ajakan menpora ini.
              Menpora sendiri membekukan PSSI dan mengganti PSSI dengan tim baru yang diberi nama tim transisi.Menpora sendiri menunjuk beberapa nama sebagai anggota tim transisi ini yaitu walikota bandung Ridwan Ramil,walikota solo fx Rudiyanto,dll.Namun klub indonesia tetap ngotot tidak mau diatur oleh tim transisi ini.Alasan menpora membekukan PSSI ini dikarenakan PSSI selama ini diisi oleh banyak mafia bola dan suka mengatur hasil skor sepak bola sesuai keinginan,dalam ini untuk berjudi dan lain sebagainya dengan mengorbankan harga diri bangsa indonesia dengan membuat indonesia tidak perna juara dikompetisi manapun,namun PSSI sendiri menganggap tidak ada mafia dalam tubuh PSSI.Dengan dibekukannya PSSI menpora berharap mampu menggantinya dengan PSSI baru yang diisi oleh orang orang berkompeten yang jujur bersih dan bebas dari kepentingan politik apapun.
                 Konflik PSSI dengan menpora sendiri dimulai dengan permasalahan legalitas 2 klub,dua klub yang dipermasalahkan oleh menpora yaitu Persebaya dan Arema Cronus,secara diteliti legalitasnya,persebaya ini sebenarnya adalah klub jadi jadian dari klub asal yang bernama persikubar yang dirubah namanya menjadi persebaya ISL yang dipaksakan berlaga di kompetisi ISL,dan tidak mengakui persebaya 1927 yang merupakan persebaya asli yang didirikan sejak tahun 1927,namun oleh PSSI persebaya 1927 justru dianggap ilegal karena berlaga dikompetisi yang tidak diakui FIFA yaitu IPL.Persebaya 1927 yang didukung bonek seluruh surabaya adalah simbol perlawanan arek-arek suroboyo terhadap PSSI yang dianggap semena-mena yang menyebabkan klubnya dengan sengaja dibuat jadi terdegradasi ke divis bawah.Hal ini membuat tidak terima dan beberapa klub lain yang menjadi korban dan memutuskan berkompetisi di IPL.
      Usaha apapun telah dilakukan PSSI untuk memenangkan pertarungan yaitu mulai dengan mengadu ke FIFA,menggugat keputusan menpora ke PTUN,mengirimi surat kepada FIFA dan lain sebagainya.
  Mari kita lihat dampak satu persatu jika sanksi FIFA sampai dijatuhkan,ditinjaui dari PSSI tentu PSSI sangat merugi karena dia hanya jadi organisasi ompong,karena indonesia sudah disuspend mau tidak mau kalo ingin ada kompetisi harus ada ijin dari negara,dan negara bisa memaksakan itu.Ditinjau dari segi pemerintah, tentu snagat merugikan juga karena kita tidak bisa berkompetisi diluar negeri karena dapat suspend dari FIFA,namun kompetisi bisa berjalan di dalam negeri karena jika tidak berjalan pemain sepak bola mau makan apa?terpaksa mau tidak mau harus menjalankan kompetisi intern selama masih dijatuhi sanksi oleh FIFA keuntungan yang didapat dari menpora dalam hal ini pemerintah bisa membuat timtransisi untuk membersihkan PSSI dari para mafia bola dan membereskan organisasi ini agar menjadi lebih baik hingga sampai FIFA mencabut kembali sanksinya.
    Ditinjau dari bangsa indonesia selama ini toh kita ikut kejuaraan apapun dibawah PSSI tidak perna juara alangkah lebih baik kita terima sanksi ini untuk membersihkan dan memperbaiki organisasi ini untuk masa depan yang lebih baik dan jauh dari kepentingan politik maupun kepentingan pihak pihak tertentu ambil untung dari persepakbolaan di indonesia,sekarang kembali kepada bangsa indonesia mau menerima sanksi FIFA ini apa tidak kita kembalikan kepada diri kita masing-masing.
    

No comments: