28 Aug 2013

malaikat cinta


MALAIKAT CINTA



penulis :  dokter raka narzies

      Namaku Rendy,aku sekarang masih kecil seh umurku baru 13 tahun.Kecil banget Ya? Gpp deh,emang cerita dibuat begini kok.Aku sekarang masih duduk di bangku SMP kelas 1.Aku memiliki tubuh yang kecil dan badan yang kurus.Rambutku pendek berwarna hitam,wajahku sendiri manis.Pertama kali aku sekolah kami menjalani yang namanya penataran P4.Disana diajarin tentang Pancasila,pelajaran baris berbaris dan lain-lain.Disitu aku mengalami yang namanya jatuh cinta untuk pertama kalinya.Aku ga tau apa ini disebut cinta monyet apa ga aku juga tidak mengerti.Aku tertarik dengan seorang cewek yang setelah 1 minggu baru aku ketahui kalo dia bernama Devi.Anaknya tinggi,dia memiliki tubuh yang lebih tinggi daripada aku.Rambutnya sedikit agak bergelombang.Panjang rambutnya sedikit melewati bahunya.
       Perasaanku pertama kali memandang dirinya yaitu aku merasa sangat tertarik dengan dia.Dia aku anggap sangat cantik,sangat indah sangat mempesona.Aku menganggap dia itu wanita paling cantik di dunia ini.Aku sendiri adalah seorang yang pendiam.Semua perasaan hatiku hanya aku pendam saja tidak pernah aku utarakan.Aku hanya mencintai Devi dari pandangan mata saja selebihnya tidak.Aku merasa perasaanku begitu mendalam padanya,amat sangat mendalam.Namun aku tak kuasa mengungkapkan perasaan hatiku ini.
      Hari-hariku kini jika bertemu dengannya aku merasa hatiku senang bahagia,aku tidak tau kenapa tapi ini otomatis tanpa aku suruh,kalau seandainya dia jauh dariku misalnya aku sendirian di rumah gitu,aku merasa sangat merindukannya walaupun aku merasa besok kan bisa bertemu dengannya kembali.Kalau aku membaca buku selalu teringat wajahnya,kalau aku melakukan apa aja selalu teringat dengan wajahnya.Wajah dan senyumannya begitu melekat di dalam hatiku.Yang jadi kendala justru adalah diriku sendiri,aku begitu pemalu aku pendiem,bener-bener seorang anak yang pendiam.Aku sendiri jarang berbincang-bincang dengan teman cewek sekelas.Aku hanya berbicara dengan mereka seperlunya saja.
       Jadi boleh dibilang aku ini mencintai dirinya dalam kebisuan dan kesendirian hatiku.Aku hanya menatapnya dengan pandangan penuh perasaan cinta,entah dia tau atau tidak perasaanku aku tidak tau,tapi yang jelas aku mencintainya dengan sepenuh hatiku.Kediamanku ini berlangsung terus menerus selama berhari-hari,berminggu-minggu,bahkan sampai berbulan-bulan.Yang memang membuatku GR adalah kalau setiap aku dekat dengan cewek lain dia selalu menunjukkan bahwa dia itu cemburu padaku,dia tidak mau aku berbicara dengan cewek lain walaupun dia tidak mengatakannya kepadaku seh,tapi aku merasakannya seperti itu.Itu juga yang membuat hatiku berbunga-bunga dan senang.Kelas satu ini kami memang berada dalam 1 kelas yaitu kelas 1-2.Aku memiliki kehawatiran tersendiri ketika mau kenaikan kelas dua.Akankah aku berpisah kelas dengannya?Dalam satu kelas aja aku dan dia merasa susah sekali berkomunikasi apalagi jauh seperti ini bagaimana mungkin aku bisa mengungkapkan isi hati dan perasaanku ini padanya.
       Ternyata setelah kenaikan kelas 2 terbukti sudah apa yang aku hawatirkan terjadi.Kami terpisah kelas.Dia berada di kelas 2-7 sedangkan aku 2-6.Walaupun jaraknya cuma sebatas tembok tapi bagiku itu jurang pemisah karena memang aku ini amat sangat kuper lugu dan tidak tau apa-apa soal cewek.Suatu hari teman sekelasku memberi nomer telpon rumahnya.Aku mencoba telpon rumahnya.Silahkan baca percakapanku dengannya dibawah ini :
“Alo Devinya ada?”tanyaku pelan dengan nada-nada agak grogi.
“Iya saya sendiri dengan sapa?”tanyanya.
“Ini aku Rendy,kabarmu gimana Dev?”
“Baik,kok “
“Ya udah Dev gitu aja ya,makasih,”ujarku lalu aku tutup telpon rumahku. 
Liat bagaimana aku berkomunikasi dengan dia?Singkat sekali bukan?Memang begitulah kenyataannya.Sebenarnya setelah pindah ke kelas 2 aku ketahui ada cowok yang dekat ama Devi dan berusaha mendapatkan hatinya.Cowok itu teman sekelasku sendiri, namanya Erwin anaknya item jelek.Aku berpikir masih cakepan aku ketimbang dia.Tapi dari segi kepribadian Erwin memang menarik dan supel.Sedangkan aku anaknya manis, tapi kuper n pendiam plus takut ama cewek.
       Aku juga mengira kalau temanku yang lain bernama Alex berpacaran dengan Devi.Aku liat Alex dan Devi sangat akrab mereka sering saling berkejar-kejaran didepanku.Aku sendiri sedikit emosi menahan tasa cemburu melihatnya.Tapi memang gimana lagi aku ga bisa apa-apa.Ternyata setelah lama aku tau Erwin maupun Alex tidak berpacaran dengan Devi.Walaupun pisah kelas Devi kadang sering main ke kelasku.Pernah suatu hari dia duduk di kursi yang memang ada di depan kelasku.Aku memberanikan diri untuk duduk disampingnya.Walaupun hanya duduk dekat saja bukan main rasanya indah banget.Aku malu mengucapkan kata-kata,badanku ini seperti tersihir melihat pesona yang dia pancarkan.
Aku mencoba menyapanya pelan,”Aloo Devi”
“Alo juga Rendy,”jawabnya dengan senyum.
Ya romantikaku cuma sekedar itu saja.Untuk memuaskan dahaga cintaku kepada dirinya aku sering mendengar lagu-lagu cinta slow rock Malaysia.Dengan begitu perasaanku bahagia bisa membayangkan dirinya ada disisiku.Lagu-lagu Malaysianya sendiri begitu syahdu menyentuh jiwaku.Sewaktu aku di kelas 2 aku dekat ama seorang cewek.Dia itu anaknya pinter banget,namanya Karindia Dina Karamai.Anaknya manis rambutnya agak-agak kriting.Dia anak paling pintar sendiri di kelas.Tentu saja saingannya adalah aku,karena aku juga pintar hehehe.Dia sendiri teman yang cukup dekat dengan Devi walaupun tidak sedekat Evy sahabat kentalnya.Kebiasaanku duduk di bangku depan dia persis membuatnya jatuh hati padaku,padahal sejak kelas satu kami sekelas tapi memang jarang ada komunikasi.Namun sejak aku duduk di depannya membuat komunikasi kami jadi lebih intens.Akhirnya aku naik ke kelas tiga.Aku dan Devi tetap terpisah kelasnya namun aku masih jadi satu kelas dengan Karindia.Kelas 3 aku mencoba untuk pindah kursi tidak di depannya lagi,
       Hal ini membuatnya sedih,aku tau ini dari temannya akrab yang bernama Leny.Dia bilang kalau Karindia itu ada perasaan suka ama aku.Aku juga suka pada Karindia namun hanya sebatas teman.Aku anggap ini sebagai rasa sayang bukan cinta.Kalau rasa cinta aku merasa cintaku ini hanya untuk Devi seorang.Disini aku juga mau jelasin beda rasa cinta dengan sayang.Kalau sayang kita bisa memilih sapa saja yang mau kita sayangi tapi kalau cinta datangnya tiba-tiba tidak tau apakah dia lebih tua atau lebih muda,lebih kaya atau lebih miskin daripada kita.Sewaktu Karindia ulang tahun aku beri dia kado ulang tahun.Aku liat dia cukup senang dan cukup berbahagia.Aku juga memberikan kado ulang taun buat Devi.Kalo Karindia aku beri hadiah ulang tahun berupa boneka lucu tapi kalau Devi lainlah.Dia aku beri kado ulang tahun berupa cincin emas 1 gram yang harganya kurang lebih seratus ribu.Tapi cincin itu walaupun kecil aku bilang sangat indah,karena dia berbentuk jantung hati.
       Cincin itu sengaja aku masukan ke dalam amplop berwarna biru.Kali ini aku mulai bertekat untuk menyatakan cintaku padanya.Saat ini juga dia harus mengetahui perasaanku yang selama dua tahun ini aku pendam saja.

 Devi sayang,lewat surat ini aku ingin mengatakan padamu bahwa sejak pertama kali bertemu di kelas 1 dulu hatiku begitu tertarik pada dirimu.Ketahuilah Devi sejak aku menatap wajahmu,wajahmu selalu terbayang-bayang dalam pelupuk mataku,aku sering memikirkan dirimu siang malam.Kalau kamu jauh dari diriku aku merasa sangat rindu,merindukan kahadiranmu.Kalau kamu dekat dengan diriku hatiku senang dan bahagia.Ketahuilah Devi aku ini sangat mencintaimu,aku tulus mencintaimu dari lubuk hatiku yang paling dalam,Lewat surat ini aku ingin mengetahui apakah kamu mau menerima cintaku atau tidak?Kalau seandainya kamu mau menerima cintaku kamu warnai jantung hati ini dengan spidol merah,namun kalau seandainya kamu menolaknya coret saja jantung hati itu.Aku tunggu jawabanmu Devi sayang.

 




       Aku sengaja menitipkan surat itu pada Muhamad Yordan temanku sekelas.Aku sendiri tidak berani menyerahkannya.Aku malu,aku ini cowok pemalu suka minder.Surat itu sengaja aku berikan bersama dengan kaset yang isinya lagu-lagu cinta Malaysia.Aku sengaja agar waktu dia membaca surat itu otomatis isi surat itu bisa menembus lubuk hatinya.Setelah  menunggu lama kurang lebih 1 minggu akhirnya aku menerima balasan surat darinya.Aku buka pelan-pelan surat itu dan ternyata  gambar jantung hati yang aku gambar pada surat itu dicoretnya.Hatiku benar-benar luluh lantak,bagaimana tidak orang yang aku cintai orang yang aku rindukan menolakku.Dia bilang kalau dia sudah punya kekasih.Hatiku benar-benar remuk redam waktu itu.Aku sempat menangis berhari-hari.Dulu waktu kelas dua aku pernah menggambar wajahnya.Gambar wajah dia yang aku gambar pakai tanganku sendiri aku sobek-sobek dan aku bakar di atas api.Rasa cintaku padanya rasanya sangat mendalam sekali.Berhari-hari,berbulan-bulan bahkan berminggu aku terus mengingatnya dan tidak mampu melupakan dirinya.Aku merasa diriku ini disakiti olehnya walaupun aku tidak tau apakah dia menyakitiku apa tidak,karena kami memang belum pernah berpacaran.
       Aku akhirnya diterima di SMA negeri,dia juag diterima di SMA negeri tapi aku tidak tau kondisinya gimana.Aku benar-benar putus komunikasi dengan dirinya secara total.Kenangan-kenangan indah bersama dirinya  aku coba untuk menghilangkannya namun aku tidak mampu.Aku begitu rindu aku begitu mencintainya setulus hatiku.Kelas dua SMA pun aku tetap belum mampu melupakannya.Hatiku benar-benar untuk dirinya mirip dengan lirik lagunya Acha yang berjudul sampai menutup mata,apakah aku akan mencintainya sampai diriku menutup mata?Aku sekarang lagi mendengarkan lirik lagu sampai menutup mata
:

Embun dipagi buta

Menebarkan bau basah
Detik demi detikku itu

Kini saat ku pergi

O Tuhan kucinta dia
Berikanlah aku hidup
Takkan kusakiti dia
Hukum aku bila terjadi
Aku tak mudah
Untuk mencintai
Aku tak mudah mengaku kucinta
Aku tak mudah untuk mengatakan
Aku jatuh cinta
Senandungmu hanya untuk cinta
Tirakatku hanya untuk engkau
Tiada dosa sumpah kucinta
Sampai kumenutup mata.

Aku ingin tau kondisinya dia bagaimana,aku ingin tau bagaimana dirinya sekarang semakin cantik atau semakin jelek.Aku antara dua kebimbangan kalau aku melupakannya maka lebih baik tidak bertemu dia seterusnya kalau sampai bertemu dia lagi bisa mempengaruhi perasaan dan jiwaku.Tapi kalau tidak bertemu dia aku merasa rindu pada dirinya.Suatu hari aku pernah membeli sebuah buku tentang psikologi,disana ada pertanyaan yang menarik yang cukup menggelitik hatiku.Disana ditulis :

Kalo seandainya kamu bertemu dengan seorang malaikat dan diberikan satu permintaan maka apa yang kamu minta?

      Pertanyaan diatas sangat menggelitik hati dan perasaan jiwaku.Walaupun aku sudah kelas 3 SMU banyak cewek lalu lalang di depan mataku namun tidak merubah perasaan cintaku pada si Devi ini.Aku memberi kesimpulan pada pertanyaan kecil namun bermakna itu dengan jawaban seperti ini :

Kalau seandainya aku bertemu dengan seorang malaikat dan diberikan satu permintaan  maka aku akan meminta bertemu lagi dengan kekasihku yang sangat aku cintai semasa aku masih SMP.

    Nah jawabanku cukup simpel kan?Mungkin pembaca punya harapan dan keinginannya masing-masing itu tidak masalah.Tapi yang menjadi inti harapanku adalah itu.Tapi aku berpikir lagi apakah itu mungkin?Itu tahayul itu halusinasiku di siang bolong.
       O ya pembaca lupakan soal itu,aku belom menceritakan pada pembaca kalau sebenarnya aku ini disamping pendiam aku ini orangnya juga rajin sholat,baik sholat wajib mau sunah aku kerjakan semuanya.Heheheh pamer dikit ga papa ya?Aku juga rajin membaca Alqur an sampai qatam berkali-kali aku ga nyombong loh.Aku juga sangat berbakti pada orang tua.Namun aku mengalami pengalaman yang sangat unik.Nah pengalamanku ini mau aku bagikan ke pembaca semuanya.Suatu hari aku dengan duduk bertafakkur di bulan Ramadhon menanti datangnya malam Lailatul Qodar.Aku wiridan memuji  nama Allah ribuan kali.Bahkan sampai air mataku berlinangan membasahi sajadahku.Pada saat itu aku merasa tubuhku jadi ringan dan bahkan sangat ringan.Aku seolah-olah jadi Aladin yang terbang dengan sajadahnya.Aku pada waktu itu berzikir di dalam kamar.Tiba-tiba waktu itu muncul sinar putih yang sangat terang dan tebal sekali.Sinar itu membuat mataku pedih sekali.Aku sampai memejamkan mata karena silaunya.
       Lalu muncul di sekelilingku seperti taman indah dengan bermacam-macam bunga yang indah dipandang oleh mata.Taman itu begitu sedap dipandang mata.Bau bunga itu juga sangat harum sekali.Waktu itu datang sosok berwarna putih terbang dari atas langit mendekat ke diriku.Aku pandangi dia berwujud seorang laki-laki dengan wajah yang amat sangat tampan.Kurang lebih dia berwajah seperti bule tapi dia berwujud tidak seperti manusia karena belum pernah aku melihat manusia seperti dia.Dia mendekatiku,aku liat dia mempunyai dua sayap berwarna putih dipunggungnya.Kulit makhluk itu berwarna amat sangat terang waktu dia mendekati diriku aku merasakan adanya bau harum kasturi.Baunya benar-benar wangi menusuk hidung dan mengalahkan wangi bunga yang ada ditaman ini pikirku.Makhluk itu tersenyum padaku dia membuka kedua tanganya lebar-lebar.
“Hai anak manusia,”ujarnya.
Ada apa pak?”tanyaku.
“Jangan panggil aku pak,panggil aku malaikat,”jelasnya.
Ada apa malaikat?”
“Aku datang kesini diutus oleh Tuhan mu,”
“Diutus oleh tuhanku?”aku terheran.
Dia mengangguk.
“Tolong dijelaskan saya tidak mengerti malaikat!”
“Saya tau kamu sejak kecil rajin sholat,rajin membaca Alquran rajin bersedekah dan sering berbuat baik,atas kebaikan mu didunia ini kamu aku berikan satu permintaan untuk dikabulkan,”ucapnya.
Wah wah kok ini jadi mirip pertanyaan di buku psikologi yang dulu pernah aku baca.Aku berpikir lama akhirnya aku menjawab.
“Aku ingin kembali di kehidupanku semasa aku SMP apa bisa Malaikat?”tanyaku.
“Permintaanmu terkabulkan hai manusia”
“Ah apa benar Malaikat?”
“Iya manusia,kamu ingin kembali sebagai dirimu sendiri atau orang lain?”
Aku bingung menjawabnya aku kembali jadi diriku sendiri atau orang lain ya??.Lama aku memikirkannyaAkhirnya aku menjawab aku ingin jadi diriku sendiri sebagai anak SMP dengan nama Rendy dan bukan sebagai orang lain.
“Baiklah permintaanmu terkabulkan manusia,tapi ingat ketika dirimu dan dirinya menjadi satu maka dirimu akan berpisah dengan dirinya,ingat perpisahan adalah menjadi satu sedangkan bersatu adalah perpisahan buatmu hai manusia,”ujar sang malaikat.Dia mulai mengepakkan sayapnya kembali,dan terbang jauh di atas awan lalu menghilang.
       Aku bingung dengan ucapannya yang terakhir apa yang dia maksudku.Tiba-tiba hari yang terang menjadi gelap dan gelap,lalu aku terbangun.Aku kaget setengah mati aku seperti bermimpi bertemu malaikat.Sekarang aku berada di dalam kelas ku yang dulu.Aku kembali ke kehidupanku semasa SMP.O Tuhan apakah aku ini sedang bermimpi?Di mana aku sekarang apa ini nyata.Ini jelas nyata,ini kelas waktu aku pertama kali masuk penataran P4.Disebelahku duduk temanku laki-laki yang bernama Budi.
“Bud apa ini nyata?”
“Nyata apanya?Eh kamu kok tau namaku?Kita kan belom kenalan?”
“Iya sory maap,aku tau namamu tadi kan ada di nomer absen,”ujarku beralasan.
“Kamu tadi tidur ya?”
“Iya neh mimpi buruk,coba kamu  cubit tanganku keras-keras”
Dia mencubit tanganku keras-keras.
“Adouu!!”teriaku kesakitan
Sekarang aku yakin ini bukan mimpi.Aku melihat kebelakanganku aku hampir tidak bisa berkata apa-apa didepanku sekarang ada sosok wanita yang aku cintai.Dia adalah Deviku.Kamu keliatan manis sekali Devi.Aku sempat terbengong tapi tetap aku beranikan diriku untuk mendekatinya.
“Hai,apa boleh kita kenalan?”
“Iya,boleh namamu sapa?”
“Namaku Rendy kamu sapa?”tanyaku Rendy sambil mengulurkan tanganku.
“Aku Devi,”jawabnya.
Aku tau kamu Devi,pikirku dan aku tersenyum saja.Aku tatapi terus matanya.Ini didepanku adalah sosok wanita yang aku inginkan.Sosok wanita yang aku dambakan.Aku ingin menyentuh dirimu.Aku ingin memelukmu.Diriku yang sekarang bukanlah diriku yang dulu yang penakut,minder pemalu,pendiam.
“Dev,nanti istirahat kita ke kantin yuk,kamu mau kan?”tanyaku,
“Iya boleh deh”
Akhirnya kami berdua makan bersama dikantin.Aku sengaja yang membayar semua makanannya.Dulu waktu SMP aku sering belikan dia kue makanan kecil namun tidak berkata apa-apa.Hanya sekedar makanan yang aku berikan.
“Dev,kamu udah punya cowok apa belom?”
“Aku belom punya emang kenapa seh?”
“Ga papa kok cuma nanya aja”
“Dev,aku boleh minta nomer telponmu kan?”tanyaku.
“Iya boleh catet ya”
Akhirnya aku catet nomer telponnya.
“Kamu sendiri ada nomer telpon rumah ga?”tanya dia.
“Aku ga ada,ntar aku aja yang nelpon rumahmu boleh ya Dev?”
“Iya deh”
Setelah diberi nomer telponya sorenya aku langsung menelpon rumahnya.Aku begitu gembira,aku begitu senang.Aku bisa mengungkapkan rasa hatiku perasaan jiwaku sekarang,Aku tidak mau terpenjara seperti dulu lagi.
“Dev kamu itu anaknya gimana sih?”tanyaku di telpon.
“Gimana apanya?”tanya dia.
“Kamu anaknya sombong ga?”tanyaku lagi.
“Ga lah Ren”
Aku dan dia akhirnya akrab saling bercerita tentang segala macam hal.Aku berinisiatif mencoba berbicara ngalor ngidul karena memang aku lebih berani daripada aku yang dulu.Pembaca percaya ga,aku ini nelpon rumah Devi tiap hari loh.Suaranya aku pengen denger terus suaranya yang merdu itu.Bikin gue kesengsem aja.
“Dev aku minta alamat rumahmu boleh ga?”
“Iya boleh emang mau ngapain?”
“Aku pengen main-main kesana”
“Ini catet alamatku”
Aku akhirnya mencatat alamat rumahnya.Memang rumahnya benar-benar jauh.Dia tinggal di komplex TNI AL,karena bapaknya adalah seorang TNI AL.Disana aku dikenalkan sama Mama dan Papanya.Aku jadi akrab dengan kedua orang tuanya.Aku sendiri yang berusaha mengakrabkan dengan mereka berdua.Walaupun mereka keluarga kaya raya tetapi mereka berdua sangat baik.Pernah suatu hari aku bawa kotak kecil yang isinya kodok,kecil yang bisa melompat.Aku suruh dia buka kotak itu waktu dia buka ternyata kodok itu melompat dibahu kananya.Dia berteriak
“Ihhh kodok!!!”sambil mengibas-ngibaskan bahunya.
Dia takut lalu memeluk tubuhku.Waktu tubuhnya terpeluk olehku jiwaku dan jiwanya seperti saling menyatu dan menjadi satu di dalam diri kami berdua.Aku merasa benar-benar amat bahagia.Dia mengejar-ngejar diriku dan berusaha mencubit pinggangku.
“Kamu jahat nakal,”ujarnya dengan mencubit pinggang kananku,rasanya sakit namun nikmat gitu hahahahaha.Aku merasa hari-hariku ini semakin indah saja.
“Dev kamu mau ga hari Minggu aku ajak jalan-jalan?”tanyaku sewaktu aku telpon rumahnya.
“Mau jalan kemana sih Ren?”
“Ke taman kota ya enak Minggu pagi buat jalan-jalan”
“Iya deh mau,tapi naik apa?”
“Naik motor lah”
“Tapi kamu kan masih kecil Ren?”
“Ah ga papa aku bisa kok”
     Sebenarnya aku baru bisa naik motor itu kelas 1 SMA sebelumnya aku belom bisa apalagi kelas 1 SMP.Namun kali ini walaupun tubuhku anak SMP kelas 1 namun aku bisa mengendarai motorku seperti orang dewasalah.Setelah sampai disana,kami saling bermain-main.Aku liat ada bunga berwarna kuning nah indah dan berbau harum.Aku petik bunga itu lalu aku letakkan di telinga  kanannya.Dia hanya menunduk malu,muka dia benar-benar amat cantik apalagi waktu dia tersenyum malu bumi rasanya mau runtuh.Aku sering menggoda dia waktu di taman aku goda dia,dia mengejar aku sayangnya dia terpeleset dan dengkulnya terkena batu dan agak sakit kalo buat berjalan,akhirnya aku putuskan untuk menggendong dia.Waktu itu hari mulai mendung dan hujan turun dengan deras.Dia peluk aku dengan erat dari belakang.Dia peluk kedua leherku,waktu itu memang tubuhnya masih kecil,begitu juga aku tapi tenagaku ini punyanya orang dewasa.Walaupun hujan mengguyur dengan deras aku tetap berjalan dengan langkah tegap untuk membawanya ke sepeda motorku.
      Pembaca bisa membayangkan betapa bahagianya hati dan jiwaku,perasaanku tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata sekarang.Semenjak peristiwa itu aku sering mengajaknya jalan-jalan waktu malam Minggu,seolah-olah dia itu adalah milikku seorang dan dunia ini hanya milik kami berdua.Hari yang ditunggu telah tiba sudah 6 bulan aku dan dia menjalani ini semua tanpa status yang jelas.Akhirnya tepat pada tanggal 19 Januari dia berulang tahun.Aku memberinya sebuah kado cincin emas dengan bentuk jantung hati diatasnya mirip yang aku berikan dulu dan aku juga memberikannya suratku secara langsung,Aku tidak mau memakai perantara lagi,aku ingin dia tau perasaanku secara langsung.Aku menunggu jawaban dari dirinya.
“Bagaimana Dev,”tanyaku.Kali ini aku sengaja membawanya ke sebuah tempat romantis diterangi satu lilin kecil.Aku pegang tangannya dengan tangan kananku.Dia tertunduk malu.Dia masih belum berucap apa-apa.
“Gimana Dev apa kamu mau menerima cintaku?”
Dia mengangguk kecil.Oh bukan main betapa hatiku sangat berbahagia.Aku membuka surat balasan darinya dan ternyata isinya jantung hati itu dia warnai dengan spidol merah.Aku berdiri berlari berputar-putar dan teriak-teriak kerasaku beritau pada seluruh dunia bahwa dia mau menerimaku.Dia akhirnya jadi milikku.Dia jadi milikku seorang.Aku langsung memeluk tubuhnya,Dia juga memeluk tubuhku.Strum itu seperi menjalar,rasa cinta kami berdua saling tersalurkan.Akhirnya kami makin dekat saling berbagi saling mengisi.Ini membuat prestasi belajarku kian melejit bahkan nilai di sekolah 8 semua dan 2 dapet 9 ini semua berkat adanya dirinya.Diri orang yang aku puja dan aku cintai setulus hati.
      Hubungan kami berdua mendapat cobaan.Di sekolah Devi meminta bertemu di kantin.Kali ini sepertinya dia serius.
“Dev apa apa?Kenapa kamu serius sekali sayang?”
“Gini Ren,ini ada masalah penting”
“Masalah apa?”
“Masalah ini berkaitan dengan hubunganmu dengan aku”
“Emang ada apa Dev?”
“Papa menjodohkan aku dengan seorang taruna TNI AL”
“Apa??”
“”Iya Ren,orangnya sudah datang ke rumah bersama Papanya,Papa anak itu adalah teman Papaku Ren,”jelas Dev dengan mata sembab berair.
“Kamu mau dijodohkan dengan lelaki itu?”
“Aku tidak mau Ren,aku cinta kamu”
“Aku juga cinta kamu Dev”
Devi langsung aku peluk dan dia menangis terus di dalam pelukanku.Aku akhirnya memutuskan datang kerumah Devi,kali ini papa Devi sikapnya padaku berubah.
“Nak Rendy,Devi akan bertunangan dengan anak teman saya,jadi saya harap nak Rendy tidak mengganggu hubungan Devi dengan calon suaminya,”jelas Papa Devi.
“Tapi apa Om tidak tanya ke Devi dulu bagaimana perasaan Devi apa dia suka pada lelaki ini,”aku berkata begitu sambil menunjuk diri lelaki yang dijodohkan dengan Devi.Aku lihat dia ganteng gagah benar-benar seorang prajurit.Sedangkan aku anak kecil bisa apa?Aku ini anak kelas 1 SMP.
“Nak Rendy jangan kurang ngajar sebaiknya nak Rendy pulang sekarang juga!”usir Papa Devi.Aku tinggalkan rumah Devi dengan hati dongkol.Aku meminta Devi bertemu kembali di tempat romantis dimana kami berdua pertama kali jadian.
“Dev aku mencintaimu,”ucapku dengan mata sedih sembab berair.
“Aku juga Ren,”aku liat dia juga begitu dia menangis lagi aku peluk dia kembali.
Aku berusaha menenangkan hatinya dengan membelai rambutnya dengan lembut.
“Dev apa aku boleh mencium bibirmu sayang?”tanyaku.
Dia mengangguk,aku cium bibirnya rasanya indah bukan main sejuta rasanya.Namun tiba-tiba aku jadi melayang mundur menjauh darinya.Dia hanya diam namun makin lama makin menjauh.Aku ulurkan tanganku aku panggil namanya dengan keras.
“Devi aku sayang kamu jangan tinggalkan aku,sayang!!!”teriakku.
“Aku juga sayang kamu mas,jangan pergi,”
Tiba-tiba semua jadi terang benderang,ada cahaya putih berkilauan aku seperti mendengar ada suara yang mengatakan

Kamu akan bersama dia sampai kamu bersatu dengan dirinya,


Aku ingat itu adalah ucapan malaikat bersayap,aku tersadar aku kembali ke dalam kamarku dengan memakai kopiah sarung dan memegang tasbih.Aku kembali ke kehidupanku yang nyata.Aku akhirnya sadar sampai aku bersatu dengannya aku akan berpisah dari dirinya.Aku ingat ucapan Malaikat padaku bersatu itu ternyata adalah ciuman pertamaku yang aku berikan padanya.Aku kembali menangis,Devi dimana kau sayang?Aku sangat merindukanmu kembalilah padaku.

TAMAT



No comments: